Warung Online

01 Desember, 2008

Trs: Tugas IPA Kelompok I XI Multimedia-1

kelompok 1
ade r
ade n
ade y
aztri
bunga
dina
ayu





Dampak Pencemaran Udara terhadap Kesehatan Manusia

1.

Pendahuluan

Pencemaran udara yang sangat parah, akan berdampak secara langsung terhadap mata dan

tenggorokan (keluar air mata, batuk, tenggorokan sakit, mata terasa perih dll). Karena

laki-laki dewasa biasanya membutuhkan sekitar 13,5 Kg udara dalam satu hari, dampak dari

pencemaran udara terhadap kesehatan manusia yang paling utama adalah kerusakan kronis

organ pernafasan.

2.

Cara Kerja Alat Pernafasan

Organ dalam yang pertama kali diserang oleh material penyebab pencemaraan udara adalah

alat pernafasan. Gambar 1 menampilkan garis besar sistem pernafasan. Ketika kita menarik

nafas, udara akan masuk dari rongga hidung, dan setelah melewati hulu kerongkongan, batang

tenggorokan, dan cabang batang tenggorokan, akan sampai di gelembung paru-paru. Di dalam

gelembung paru-paru akan terjadi pertukaran antara gas oksigen dengan gas asam karbon.

Setelah itu, udara akan dibuang keluar. Organ-organ yang disebutkan di atas mempunyai sifat

imunitas terhadap benda asing yang masuk. Sel kulit yang terletak di antara rongga hidung

hingga daerah di sekitar cabang batang tenggorokan dilapisi oleh cairan lendir. Dan, di dalam

batang tenggorokan dan cabang batang tenggorokan terdapat rambut halus yang berfungsi

untuk membuang benda asing. Kedua sistim imunitas di atas akan memungkinkan untuk

membuang benda asing melalui mekanisme batuk atau dahak. Selain itu juga terdapat

macrophage di dalam gelempung paru-paru yang berfungsi untuk memakan benda asing yang

masuk.

3.

Penyakit Alat Pernafasan yang Ditimbulkan oleh Pencemaran Udara

Pencemaran udara yang sangat parah, akan menyebabkan timbulnya penyakit radang batang

tenggorokan akut (bronkitis akut). Tetapi umumnya hanya akan menyebabkan penyakit alat

pernafasan kronis seperti, bronkitis kronis, asma, polip paru-paru. Tabel 1 menampilkan

definisi dari penyakit-penyakit tersebut.

Bronkitis kronis ditandai dengan gejala-gejala yang mudah diketahui seperti, batuk yang

berkepanjangan dan dahak yang keluar terus-menerus.

Penyakit asma adalah penyakit yang jika sedang kambuh akan membuat batang tenggorokan

menyempit. Penyumbatan batang tenggorokan oleh dahak yang terjadi bersamaan akan

menyebabkan sesak nafas. Ilmu pengetahuan akhir-akhir ini menyebutkan bahwa, asma

merupakan penyakit alergi kronis di dalam saluran pernafasan.

Polip paru-paru merupakan penyakit yang merusak sel paru-paru. Kerusakan sel ini akan

mengakibatkan tidak terpenuhinya kebutuhan oksigen, sehingga nafas akan

tersenggal-senggal ketika berolahraga.

Selain itu, kanker paru-paru juga merupakan contoh penyakit alat pernafasan. Merupakan hal

yang umum diketahui bahwa asbes merupakan penyebab kanker paru-paru. Selain itu, di

dalam asap jelaga dan butiran debu yang terdapat di dalam gas buangan mesin disel,

terkandung bahan penyebab kanker, yang dapat menyebabkan kanker paru-paru. Akan tetapi

hubungan sebab akibat antara jelaga ini dengan kanker paru-peru belumlah jelas.

 

2

Fig.1 Respiratory system

3

Tabel 1 Difinisi dari Penyakit Paru-paru Kronis

Nama Penyakit

Difinisi

1) Radang

tenggorokan

kronis

Gambaran klinik dari penyakit ini adalah keluarnya lendir secara berlebihan di dalam

batang tenggorokan dan keluarnya dahak secara terus menerus atau berulang-ulang. Dalam

sebagian besar kasus, gejala ini muncul secara terus menerus setiap hari selama paling

tidak tiga bulan setiap tahun dan minimal selama dua tahun berturut-turut. ( America

Thoracic Society)

2) Asma

Karakter utama dari penyakit ini adalah memperburuk reaksi batang tenggorokan dan

cabang batang tenggorokan terhadap rangsangan yang muncul. Dan gejala terpenting dari

penyakit ini adalah menyempitan lebar saluran udara dimana keakutannya bisa berubah

secara mendadak atau berubah bergantung cara pengobatan. (ATS) Definisi terbaru dari

penyakit ini, yang menyebutkan bahwa "definisi asma yang ada saat ini kurang memuaskan

karena tidak mampu untuk secara total mengidentifikasi sifat dasar dari penyakit ini

berdasar poin cara pandang terkait menghalangi saluran udara dan reaksi berlebihan

saluran udara, " adalah "luka-luka yang menimbulkan peradangan kronis terhadap sistem

saluran udara, dimana berbagai macam sel seperti mass cell dan eosinophil ikut terlibat."

3) Tebese paru-paru Penyakit ini menyebabkan perubahan anatomis yang menimbulkan kondisi tidak wajar.

Secara umum, penyakit ini digambarkan sebagai pembesaran rongga udara di daerah dari

ujung cabang batang tenggorokan sampai bagian paling akhir dari organ pernafasan, yang

disertai oleh perusakan dinding gelembung paru-paru. Hanya beberapa kasus penyakit ini

yang aneh secara klinik. Meskipun, foto rontgen gagal memprediksinya dalam beberapa

kasus. Dalam banyak kasus, penyakit ini disertai dengan batuk-batuk biasa yang kemudian

diikuti dengan bunyi ketika menarik nafas. Pasien penyakit ini merasa sulit untuk bernafas

dan merasa sangat penat. (ATS)

4.

Contoh utama dari dampak material penyebab pencemaran utara terhadap

kesehatan

(1) sulfur dioksida (SO

2

)

Sulfur dioksida terbentuk dari belerang yang terdapat dalam minyak tanah atau batu bara dll

yang teroksidasi selama proses pembakaran. Karena mudah larut di dalam air, sebagian besar

SO

2

akan diserap di dalam rongga hidung atau saluran pernafasan bagian atas. Hal ini

berakibat akan timbulnya penyakit radang batang tenggorokan kronis atau asma. Dan jika

secara bersamaan terdapat SPM atau NOx, penyakit yang ditimbulkan akan lebih parah.

(2) butiran debu

Butiran debu ini berasal dari berbagai macam sebab seperti, proses alami (tanah, garam laut,

aktifitas gunung berapi dll.) dan hasil dari perbuatan manusia (gas buangan pabrik, kendaraan

bermotor dll.). Partikel butiran debu yang berukuran lebih kecil dari 10 µm akan melewati

rongga hidung dan masuk hingga batang tenggorokan atau gelembung paru-paru. Butiran

yang diakibatkan oleh pembakaran minyak tanah atau batu bara sebagian besar berukuran di

bawah 2,5 µm, yang berakibat mampu masuk hingga bagian dalam paru-paru. Sebagian besar

butiran-butiran ini mengandung bahan yang berbahaya. Hasil penelitian terakhir menyebutkan

bahwa butiran debu ini mempunyai kaitan yang erat dengan berbagai penyakit alat pernafasan

dan juga merupakan material penyebab penyakit alergi.

Selain itu, asbes juga merupakan penyebab kanker paru-paru. Dan di negara yang

menggunakan bensin yang mengandung timbal, butiran debu yang dihasilkan menjadi sebab

keracunan timbal.

4

(3) gas karbon monooksida (CO)

Gas karbon monooksida dihasilkan oleh pembakaran tidak sempurna dari minyak tanah atau

batu bara. Karena sukar larut di dalam air, gas karbon monooksida akan masuk hingga

mencapai gelembung paru-paru. Dibanding dengan karbon dioksida, karbon monooksida

lebih mudah berikatan dengan hemoglobin yang ada di dalam darah, sehingga menggangu

transportasi oksigen oleh darah.

(4) gas oksida nitrogen (NOx)

Di dalam proses pembakaran minyak tanah atau batu bara, nitrogen yang terkandung di dalam

udara akan ikut terbakar menjadi gas oksida nitrogen. Karena sukar larut di dalam air, gas

oksida nitrogen akan masuk hidung sehingga mencapai gelembung paru-paru. Berdasar hasil

penelitian ilmu epidemilogi, kadar gas oksida nitrogen di udara disebutkan mempunyai kaitan

dengan jumlah kasus penyakit bronkitis kronis.

(5) gas oksidan photo-kimia (Ox)

Gas oksidan photo-kimia dihasilkan oleh proses photo-kimia diantara gas oksida nitrogen

yang dibuang oleh pabrik, kawasan industri dan kendaraan bermotor dengan bahan kimia

organik pengaktif serta hidrokarbon yang dikeluarkan oleh tumbuhan. Bahan utama penyusun

gas oksida photo-kimia adalah gas ozon. Karena gas ozon susah larut di dalam air, gas ozon

akan masuk hidung hingga mencapai gelembung paru-paru. Gas ozon secara sendiri tidak

menimbulkan gejala akut seperti mata perih. Gejala tersebut diperkirakan disebabkan oleh

PAN (PeroxyAcyl Nitrate) dan formaldehyde. Gas oksidan diperkirakan baru akan

menyebabkan mata sakit jika kadarnya sudah di atas 0,1 ppm. Kemudian jika angka per

jam-nya mencapai sekitar 0,2 ppm, kemampuan sistem pernafasan akan menurun. Gas

oksidan diperkirakan dapat menyebabkan kerusakan alat pernafasan jika diserap dalam jangka

panjang. Tetapi hubungan antara gas ini dengan kerusakan alat pernafasan belum begitu jelas.

5.

Contoh dampak pencemaran udara terhadap manusia

(1) Studi kasus di Inggris

Dalam kasus di negara Inggris, revolusi industri menyebabkan pemakaian batu bara

meningkat secara drastis, yang berakibat pencemaran udara menjadi semakin parah. Di bulan

Desember 1952, bulan dimana Perang Dunia ke-2 sudah berhenti dan diikuti oleh peningkatan

aktifitas masyarakat, muncul smog (asap bercamput kabut) yang menyebabkan angka

kematian meningkat 4.000 orang lebih banyak dibanding di hari biasa dalam dua minggu (di

hari biasa, jumlah kematian rata-rata hanya mencapai 300 orang per hari). Smog ini timbul

secara berkelanjutan selama 5 hari dari tanggal 5 sampai 9 Desember, yang berakibat semakin

parahnya penyakit alat pernafasan yang diderita oleh kaum lanjut usia, sehingga membuat

catatan rekor dengan jumlah kematian yang lebih banyak beberapa kali lipat dibanding

kondisi biasa. Bahkan, di saat smog sudah menghilang pun, angka kematian masih cukup

tinggi untuk beberapa saat. Kadar sulfur dioksida dan jumlah jelaga di saat itu mencapai 0,7

ppm dan 1,7 mg/m

3

, lebih besar 7-9 kali lipat dibanding kondisi normal yang hanya mencapai

0,1 ppm dan 0,2 mg/m

3

.

 

5

Gambar 2

Hubungan Antara Asap

Bercampur Kabut dengan Jumlah

Kematian di London

(2) Studi kasus di Jepang

Di Jepang, bencana asma Yokkaichi merupakan bencana yang terkenar. Di sekitar tahun 1960,

di kota Yokkaichi , prefektur Mie, komplek industri yang dinamai dengan sekiyukagaku

kombinat (komplek minyak tanah kimia) mulai menjalankan aktifitas industrinya. Hal ini

mengakibatkan kadar sulfur dioksida di Distrik Isozu, daerah dimana pengendapan material

penyebab pencemaran udara yang dikeluarkan oleh limbah asap dari cerobong asap pabrik

mencapai nilai tertinggi, sering kali mencapai lebih dari 1-2 ppm, yang mana merupakan

standar pencemaran tingkat tinggi. Jumlah penderita baru per tahun penyakit alat pernafasan

di distrik Isozu (rata-rata pertahun dari 3 tahun periode) dan prosentase waktu dimana kadar

sulfur dioksida di distrik Isozu lebih tinggi dari 0,2 ppm ditampilkan di Gambar 3. Bersamaan

dengan pengoprasian secara maksimal di tahun 1960, peningkatan kasus penyakit asma

bronkitis, disusul dengan bronkitis kronis dan bronkitis tipe asma pada anak-anak tampak

secara jelas. Tetapi, di tahun 1965, tahun dimana kadar sulfur dioksida mulai menurun seiring

dengan kampanye anti polusi, jumlah pasien baru penyakit alat pernafasan pun mulai

menurun.

jumlahkematian/hari asap mg/m3SO2p.p.m jumlah kematian SO2asap periode munculnya asap bercampur kabut bulan Desember 1952

 

6

Gambar 3 Kecenderungan dari Jumlah Kasus Baru dari Penyakit

yang Terkait dengan Pencemaran Udara di Daerah

Isozu, Kota Yokkaichi

6.

Pencemaran udara di kota-kota besar di dunia

Untuk menjaga kesehatan manusia, WHO menetapkan guide line untuk standar kebersihan

udara. Tabel 2 menampilkan guide line tersebut.

jum

l

ah kasus bar

u

(

o

r

a

ng)

asma batang tenggorokan

radang cabang batang tenggorokan akut

radang cabang batang

tenggorokan berasma

jum

l

ah kasus (%)

kandungan gas asam belerang di atas 0,2 ppm

gambar atas: rata-rata pergerakan tiap 3 tahun

gambar bawah: kecenderungan akan kandungan SO

2

dalam wilayah tsb

7

Tabel 2 Garis Pedoman WHO

substansi penyebab polusi

udara

SO

2

(ppm)

SPM

(µg/m

3

)

Pb

(µg/m

3

)

CO

(ppm)

NO

2

(ppm)

O

3

(ppm)

rata-rata angka tahunan

0,017

(60-90)

0,5-1,0

rata-rata angka bulanan

24 jam

0,04

70 (150-230)

0,08

8 jam

9

0,05-0,06

1 jam

0,12

26

0,21

0,075-0,1

30 menit

15 menit

87

10 menit

0,17

catatan: ( ) = TSP

Gambar 4 menampilkan kondisi pencemaran udara di 20 kota metropolitan di dunia dengan

standar guide line WHO sebagai pembanding. Data di bawah merupakan data yang diperoleh

di antara tahun 1988-1990.

 

8

Gambar 4 Kondisi Polusi Udara di 20 Kota Besar

Bangkok

Beijing

Bombay

Buenos Aires

Kairo

Kalkuta

Delhi

Jakarta

Karachi

London

Los Angeles

Manila

Meksiko City

Moskow

New York

Rio de Jeneiro

Sao Paolo

Seoul

Shanghai

Tokyo

Polusi tingkat tinggi.

Melewati dua kali lipat dari batas limit yang ditetapkan dalam garis pedoman WHO

Polusi di atas tingkat menengah

Kurang dari dua kali lipat dari batas limit dalam garis pedoman WHO, akan tetapi masih

melebihi batas limit

(Melebihi batas limit jangka pendek dari garis pedoman WHO)

Polusi tingkat rendah

Hampir memenuhi persyaratan garis pedoman WHO

(Terkadang melebihi batas limit jangka pendek dari garis pedoman WHO)

Tidak diperoleh data evaluasi



Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!


Apakah wajar artis ikut Pemilu?
Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!
Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

0 komentar

 
© www.suhendri22.blogspot.com
Designed by BlogThietKe Cooperated with Duy Pham
Released under Creative Commons 3.0 CC BY-NC 3.0
Posts RSSComments RSS
Back to top