Warung Online

01 Desember, 2008

Tugas IPA XI Multimedia 2 Kelompok 2

 

Tugas IPA

XI Multimedia 2

Kelompok 2 :  Fuji Faojiyah

 Hendi Nurhidayat

 Iim Rohimah

 Indah Rosniawati

 Indra Rukmana

 Khaerunisa Humaira

 Lia Mulyati

 

PENCEMARAN UDARA

Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti.

Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatan manusia. Beberapa definisi gangguan fisik seperti polusi suara, panas, radiasi atau polusi cahaya dianggap sebagai polusi udara. Sifat alami udara mengakibatkan dampak pencemaran udara dapat bersifat langsung dan lokal, regional, maupun global.


SUMBER

Pencemar udara dibedakan menjadi pencemar primer dan pencemar sekunder. Pencemar primer adalah substansi pencemar yang ditimbulkan langsung dari sumber pencemaran udara. Karbon monoksida adalah sebuah contoh dari pencemar udara primer karena ia merupakan hasil dari pembakaran. Pencemar sekunder adalah substansi pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer di atmosfer. Pembentukan ozon dalam smog fotokimia adalah sebuah contoh dari pencemaran udara sekunder.

Atmosfer merupakan sebuah sistem yang kompleks, dinamik, dan rapuh. Belakangan ini pertumbuhan keprihatinan akan efek dari emisi polusi udara dalam konteks global dan hubungannya dengan pemanasan global, perubahan iklim dan deplesi ozon di stratosfer semakin meningkat.

Kegiatan manusia

  • Transportasi
  • Industri
  • Pembangkit listrik
  • Pembakaran (perapian, kompor, furnace, insinerator dengan berbagai jenis bahan bakar)
  • Gas buang pabrik yang menghasilkan gas berbahaya seperti (CFC)

Sumber alami

Sumber-sumber lain

Jenis-jenis pencemar

DAMPAK PENCEMARAN

Dampak terhadap tanaman

Tanaman yang tumbuh di daerah dengan tingkat pencemaran udara tinggi dapat terganggu pertumbuhannya dan rawan penyakit, antara lain klorosis, nekrosis, dan bintik hitam. Partikulat yang terdeposisi di permukaan tanaman dapat menghambat proses fotosintesis.

Hujan asam

pH normal air hujan adalah 5,6 karena adanya CO2 di atmosfer. Pencemar udara seperti SO2 dan NO2 bereaksi dengan air hujan membentuk asam dan menurunkan pH air hujan. Dampak dari hujan asam ini antara lain:

  • Mempengaruhi kualitas air permukaan
  • Merusak tanaman
  • Melarutkan logam-logam berat yang terdapat dalam tanah sehingga mempengaruhi kualitas air tanah dan air permukaan
  • Bersifat korosif sehingga merusak material dan bangunan

Efek rumah kaca

Efek rumah kaca disebabkan oleh keberadaan CO2, CFC, metana, ozon, dan N2O di lapisan troposfer yang menyerap radiasi panas matahari yang dipantulkan oleh permukaan bumi. Akibatnya panas terperangkap dalam lapisan troposfer dan menimbulkan fenomena pemanasan global.

Dampak dari pemanasan global adalah:

  • Pencairan es di kutub
  • Perubahan iklim regional dan global
  • Perubahan siklus hidup flora dan fauna

 

Kerusakan lapisan ozon

Lapisan ozon yang berada di stratosfer (ketinggian 20-35 km) merupakan pelindung alami bumi yang berfungsi memfilter radiasi ultraviolet B dari matahari. Pembentukan dan penguraian molekul-molekul ozon (O3) terjadi secara alami di stratosfer. Emisi CFC yang mencapai stratosfer dan bersifat sangat stabil menyebabkan laju penguraian molekul-molekul ozon lebih cepat dari pembentukannya, sehingga terbentuk lubang-lubang pada lapisan ozon.

Kerusakan lapisan ozon menyebabkan sinar UV-B matahri tidak terfilter dan dapat mengakibatkan kanker kulit serta penyakit pada tanaman

 

from:http:id.wikipedia.org

 

 

 

PENCEMARAN UDARA

Dampak Pencemaran Udara Terhadap Lingkungan Alam

Pencemaran udara dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan alam, antara lain: hujan asam, penipisan lapisan ozon dan pemanasan global.

1.

Hujan Asam

 

 

 

Istilah hujan asam pertama kali diperkenalkan oleh Angus Smith ketika ia menulis tentang polusi industri di Inggris. Hujan asam adalah hujan yang memiliki kandungan pH (derajat keasaman) kurang dari 5,6.

 

 

 

Proses terbentuknya hujan asam

 


 


 

 

 

SO2 dan NOx (NO2 dan NO3) yang dihasilkan dari proses pembakaran bahan bakar fosil (kendaraan bermotor) dan pembakaran batubara (pabrik dan pembangkit energi listrik) akan menguap ke udara. Sebagian lainnya bercampur dengan O2 yang dihirup oleh makhluk hidup dan sisanya akan langsung mengendap di tanah sehingga mencemari air dan mineral tanah. SO2 dan NOx (NO2 dan NO3) yang menguap ke udara akan bercampur dengan embun. Dengan bantuan cahaya matahari, senyawa tersebut akan diubah menjadi tetesan-tetesan asam yang kemudian turun ke bumi sebagai hujan asam. Namun, bila H2SO2 dan HNO2 dalam bentuk butiran-butiran padat dan halus turun ke permukaan bumi akibat adanya gaya gravitasi bumi, maka peristiwa ini disebut dengan deposisi asam.

 

 

2.

Penipisan Lapisan Ozon

 

 

 

Ozon (O3) adalah senyawa kimia yang memiliki 3 ikatan yang tidak stabil. Di atmosfer, ozon terbentuk secara alami dan terletak di lapisan stratosfer pada ketinggian 15-60 km di atas permukaan bumi. Fungsi dari lapisan ini adalah untuk melindungi bumi dari radiasi sinar ultraviolet yang dipancarkan sinar matahari dan berbahaya bagi kehidupan.

 


 


 

 

 

Namun, zat kimia buatan manusia yang disebut sebagai ODS (Ozone Depleting Substances) atau BPO (Bahan Perusak Ozon) ternyata mampu merusak lapisan ozon sehingga akhirnya lapisan ozon menipis. Hal ini dapat terjadi karena zat kimia buatan tersebut dapat membebaskan atom klorida (Cl) yang akan mempercepat lepasnya ikatan O3 menjadi O2.  Lapisan ozon yang berkurang disebut sebagai lubang ozon (ozone hole).

 

 

 

 

Gambar : Lubang Ozon

 

 

 

Diperkirakan telah timbul adanya lubang ozon di Benua Artik dan Antartika. Oleh karena itulah, PBB menetapkan tanggal 16 September sebagai hari ozon dunia dengan tujuan agar lapisan ozon terjaga dan tidak mengalami kerusakan yang parah.

 

 

3.

Pemanasan Global

 

 

 

Kadar CO2 yang tinggi di lapisan atmosfer dapat menghalangi pantulan panas dari bumi ke atmosfer sehingga permukaan bumi menjadi lebih panas. Peristiwa ini disebut dengan efek rumah kaca (green house effect). Efek rumah kaca ini mempengaruhi terjadinya kenaikan suhu udara di bumi (pemanasan global). Pemanasan global adalah kenaikan suhu rata-rata di seluruh dunia dan menimbulkan dampak berupa berubahnya pola iklim.

 

 


Proses terjadinya efek rumah kaca

 

 

 

 


 

Gambar : Peristiwa Efek rumah Kaca

 

 

 

Permukaan bumi akan menyerap sebagian radiasi matahari yang masuk ke bumi dan memantulkan sisanya. Namun, karena meningkatnya CO2 di lapisan atmosfer maka pantulan radiasi matahari dari bumi ke atmosfer tersebut terhalang dan akan kembali dipantulkan ke bumi. Akibatnya, suhu di seluruh permukaan bumi menjadi semakin panas (pemanasan global). Peristiwa ini sama dengan yang terjadi di rumah kaca. Rumah kaca membuat suhu di dalam ruangan rumah kaca menjadi lebih panas bila dibandingkan di luar ruangan. Hal ini dapat terjadi karena radiasi matahari yang masuk ke dalam rumah kaca tidak dapat keluar.


Pemanasan global merupakan peningkatan secara gradual dari suhu permukaan bumi yang sebagian disebabkan oleh emisi dari zat-zat penecmar seperti karbondioksida (CO2), metan (CH4) dan oksida nitrat (N2O), serta bertanggungjawab terhadap perubahan dalam pola cuaca global. Karbondioksida dan zat pencemar lanilla berkumpul di atmosfer membentuk lapisan yang tebal menghalangi panas matahari dan menyebabkan pemanasan planet dengan efek gas rumah kaca.
Pemanasan global merupakan fenomena yang kompleks, dan dampak sepenuhnya sangat sulit diprediksi. Namun, setiap tahunnya para ilmuawan makin banyak belajar tentang bagaimana pemanasan global tersebut mempengaruhi planet, dan banyak diantara mereka setuju bahwa konsekuensi tertentu akan muncul jika kecenderungan pencemaran yang terjadi saat ini berlanjut, diantaranya adalah:

  • Peningkatan permukaan laut yang disebabkan oleh mencairnya gunung es akan menimbulkan banjir di sekitar pantai;
  • Naiknya temperatur permukaan air laut akan menjadi pemicu terjadinya badai terutama di bagian tenggara atlantik
  • Rusaknya habitat seperti barisan batu karang dan pegunungan alpen dapat menyebabkan hilangnya berbagai hayati di wilayah tersebut Baru-baru ini, dalam pernyataan akhir tahunnya, Pelangi, satu institusi yang memfokuskan diri dalam penelitian dan mitigasi perubahan iklim menyebutkan bahwa suhu permukaan bumi di sebagian besar wilayah Indonesia telah meningkat antara 0.5 – 1 derajat Celsius dibandingkan pada temperature rata-rata antara tahun 1951 – 1980, yang mana peningkatan ini terutama disebabkan oleh peningkatan gas rumah kaca. 

Pembangkit listrik, industri dan kendaraan bermotor merupakan sumber utama pencemaran karbondioksida. Studi yang dilaksnakaan oleh GTZ pada saat pengembangan strategi nasional tentang mekanisme pembangunan perkelanjutan (clean development mechanism – CDM) memperkirakan bahwa Indonesia akan mengkontribusikan sekitar 672 juta ton CO2; ini merupakan kenaikan hamper 200% dibandingkan dengan tahun 2000 yang terutama disebabkan oleh pemakaian energi pada sector-sektor tersebut.

Para ilmuawan telah meneliti kemungkinan-kemungkinan perubahan cuaca yang tibatiba yang dipicu oleh pemanasan global dan menyebabkan sebagian dari dunia ini mengalami pemanasan atau pendinginan yang tiba-tiba dalam kurun waktu yang relatif singkat (beberapa tahun). Sementara kejadian seperti ini masih merupakan spekulasi, beberapa dampak pemanasan global telah dapat diamati dan dirasakan.

Dengan melihat kepada dampak dari pemanasan global tersebut adalah sangat penting apabila Indonesia dapat berperan dalam menurunkan emisi yang berpengaruh terhadap efek rumah kaca. Sasaran utama harusnya diarahkan pada penurunan konsumsi energi atau menggantikan pemakaian energi dengan sumber energi baru yang memiliki pengaruh lebih kecil atau tidak berpengaruh sama sekali terhadap pemanasan global.

Dalam konteks ini, terutama disebabkan potensi yang sangat besar dalam penurunan emisi melalui penerapan kebijakan dalam bidang kehutanan maupun energi, khususnya setelah naiknya harga bahan bakar, maka Indonesia dapat memanfaatkan Protokol Kyoto yang menyediakan mekanisme bagi negara berkembang untuk mendapatkan insentif dari negara maju untuk upaya-upaya penurunan gas rumah kaca melalui mekanisme pembangunan berkelanjutan (Clean Development Mechanism - CDM).

Untuk dapat memanfaatkan peluang tersebut pemerintah baru-baru ini telah membentuk dan menetapkan anggota komite nasional untuk mekanisme pembangunan bersih (National Committee for Clean Development Mechanism) yang diketuai oleh slah satu Deputy Menteri Lingkungan Hidup. Komite ini telah menerima sejumlah Project Design Document (PDD) untuk dimasukkan dalam CDM. Dari sejumlah propsal yang masuk tersebut, sebanyak 5 proposal telah disetujui oleh komite ini untuk selanjutnya disampaikan ke Executive Board dari UNFCC.

Dari sedikitnya jumlah proposal yang diterima oleh komite tersebut, diduga sangat sedikit sektor swasta yang tertarik untuk memanfaatkan peluang ini, diduga hal ini terutama disebabkan oleh prosedur yang sangat kompleks dan juga investasi yang relative mahal. Oleh karena itu, untuk mendapatkan manfaat yang maksimal dari mekanisme tersebut pemerintah perlu mengintensifkan promosi dari mekanisme ini kepada sector swasta serta memfasilitasi sector swasta dengan institusi keuangan sehingga institusi keuangan tersebut dapat menyediakan investasi awal yang dibutuhkan.

 

 

 

Dampak Pencemaran Udara Bagi Manusia

 

Selain mempengaruhi keadaan lingkungan alam, pencemaran udara juga membawa dampak negatif bagi kehidupan makhluk hidup (organisme), baik hewan, tumbuhan dan manusia.

 

Gambar : seseorang yang batuk-batuk karena daya tahan tubuhnya menurun


Gambar : Orang yang sedang demam (influenza/pilek)

 

 

 

Dampak pencemaran udara bagi manusia, antara lain:

1.

Karbon monoksida (CO)

 

 

 

Mampu mengikat Hb (hemoglobin) sehingga pasokan O2 ke jaringan tubuh terhambat. Hal tersebut menimbulkan gangguan kesehatan berupa; rasa sakit pada dada, nafas pendek, sakit kepala, mual, menurunnya pendengaran dan penglihatan menjadi kabur. Selain itu, fungsi dan koordinasi motorik menjadi lemah. Bila keracunan berat (70 – 80 % Hb dalam darah telah mengikat CO), dapat menyebabkan pingsan dan diikuti dengan kematian.

 

 

2.

Nitrogen dioksida (SO2)

 


 

Dapat menyebabkan timbulnya serangan asma.

 

 

3.

Hidrokarbon (HC)

 

 

 

Menyebabkan kerusakan otak, otot dan jantung.

 


4.

Chlorofluorocarbon (CFC)

 


 

Menyebabkan melanoma (kanker kulit) khususnya bagi orang-orang berkulit terang, katarak dan melemahnya sistem daya tahan tubuh

 


5.

Timbal (Pb)

 

 

 

Menyebabkan gangguan pada tahap awal pertumbuhan fisik dan mental serta mempengaruhi kecerdasan otak.

 

 

6.

Ozon (O3)

 

 

 

Menyebabkan iritasi pada hidung, tenggorokan terasa terbakar dan memperkecil paru-paru.

 

 

7.

NOx

 

 

 

Menyebabkan iritasi pada paru-paru, mata dan hidung.

 

Dampak Pencemaran Udara Bagi Hewan

 

Dampak pencemaran udara bagi kehidupan hewan, antara lain:

1.

Penipisan lapisan ozon

 

 

 

Menimbulkan kanker mata pada sapi, terganggunya atau bahkan putusnya rantai makanan pada tingkat konsumen di ekosistem perairan karena penurunan jumlah fitoplankton.

 

 

2.

Hujan asam

 


 

Menyebabkan pH air turun di bawah normal sehingga ekosistem air terganggu.

 

 

3.

Pemanasan global

 

 

 

Penurunan hasil panen perikanan.

 

 

 

 

 

 

Selain membawa dampak negatif  pada kehidupan hewan, pencemaran udara  juga mampu merusakkan bangunan dan candi-candi. Iklim dunia yang berubah polanya mengakibatkan timbulnya kemarau panjang, bencana alam dan naiknya permukaan laut. Kemarau panjang memicu terjadinya kebakaran hutan dan menurunnya produksi panen, bencana alam (banjir, gempa, tsunami) banyak terjadi dan permukaan laut yang meninggi akan mengakibatkan tenggelamnya pulau-pulau kecil dan daerah-daerah pesisir pantai.

 

 

 

 

 

Dampak Pencemaran Udara Bagi Tumbuhan

 

Dampak pencemaran udara terhadap kehidupan tumbuhan, antara lain:

1.

Hujan asam

 

 

 


- Merusak kehidupan ekosistem perairan, menghancurkan jaringan tumbuhan (karena memindahkan
  zat hara di daun dan menghalangi pengambilan Nitrogen)  dan mengganggu pertumbuhan
  tanaman.




- Melarutkan kalsium, potasium dan nutrien lain yang berada dalam tanah sehingga tanah akan
  berkurang kesuburannya dan akibatnya pohon akan mati.

 

 

2.

Penipisan Lapisan Ozon

 

 

 

Merusak tanaman, mengurangi hasil panen (produksi bahan makanan, seperti beras, jagung dan kedelai), penurunan jumlah fitoplankton yang merupakan produsen bagi rantai makanan di laut.

 

 

3.

Pemanasan global

 

 

 

Penurunan hasil panen pertanian dan perubahan keanekaragaman hayati. Keanekaragaman hayati dapat berubah karena kemampuan setiap jenis tumbuhan untuk bertahan hidup berbeda-beda sesuai dengan kebutuhannya.

 

 

4.

Gas CFC

 

 

 

Mengakibatkan tumbuhan menjadi kerdil, ganggang di laut punah, terjadi mutasi genetik (perubahan sifat organisme).

 

 

from:http:edukasi.net

Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

0 komentar

 
© www.suhendri22.blogspot.com
Designed by BlogThietKe Cooperated with Duy Pham
Released under Creative Commons 3.0 CC BY-NC 3.0
Posts RSSComments RSS
Back to top