Warung Online

02 Mei, 2010

Elang brontok


Elang Brontok adalah sejenis burung pemangsa anggota suku Accipitridae. Dinamai demikian kemungkinan karena warnanya yang berbercak-bercak (pada bentuk yang berwarna terang). Namanya dalam bahasa Inggris adalah Changeable Hawk-eagle karena warnanya yang sangat bervariasi dan berubah-ubah, sedangkan nama ilmiahnya yalah Spizaetus cirrhatus.

Elang brontok berbiak di wilayah yang luas, mulai dari kawasan Asia selatan di India dan Sri Lanka, tepi tenggara Himalaya, terus ke timur dan selatan melintasi Asia Tenggara hingga ke Indonesia dan Filipina.
Daftar isi
[sembunyikan]

* 1 Identifikasi
* 2 Ekologi dan kebiasaan
* 3 Anak jenis
* 4 Status konservasi
* 5 Kerabat dan catatan lain
* 6 Rujukan
* 7 Pranala luar

[sunting] Identifikasi

Burung elang yang berukuran sedang sampai besar, dengan panjang tubuh diukur dari ujung paruh hingga ujung ekor sekitar 60-72 cm. Warnanya yang sangat berubah-ubah menyulitkan identifikasi, terutama di lapangan.

Bentuk yang normal berwarna coklat di sebelah atas, putih di sisi bawah tubuh dan ekor yang coklat kemerahan, dengan garis-garis hitam melintang pada sayap dan ekor yang nampak jelas ketika terbang. Terdapat coret-coret membujur berwarna hitam di leher dan bercak-bercak kecoklatan di dada. Ras-ras tertentu memiliki jambul panjang yang tersusun dari empat helai bulu di belakang kepalanya, sedangkan ras yang lainnya sama sekali atau nyaris tidak berjambul. Betina serupa dengan yang jantan, hanya bertubuh agak besar; burung yang muda dengan kepala yang berwarna lebih pucat dan pola warna yang lebih samar.

Sayap yang panjang, terbentang mendatar tatkala terbang, dengan ujung (susunan bulu primer) yang nampak membulat, dikombinasikan dengan ekor yang panjang dan pola warna di atas, membedakannya dengan jenis elang lainnya.

Terdapat pula bentuk yang gelap (hitam) dan yang lebih terang daripada bentuk normal. Bentuk yang gelap berwarna coklat gelap seluruhnya, dengan garis hitam pada ujung ekor yang cukup kontras dengan bagian lain dari ekor. Bentuk gelap ini ketika terbang hampir serupa dengan elang hitam (Ictinaetus malayensis), dengan sedikit perbedaan pada bentuk sayap.

Bunyi keras nyaring, berkepanjangan yiiip-yip-yip-yip-yip …yiip-yip-yip-yip; bernada meninggi kwip-kwip-kwip-kwii atau teriakan menembus klii-liiiuw.[1]
[sunting] Ekologi dan kebiasaan

Elang brontok hanya berpasangan di musim berbiak, dan di luar waktu-waktu tersebut sering ditemukan menjelajah sendirian di hutan-hutan terbuka, sabana dan padang rumput. Burung ini menyukai berburu di tempat terbuka dan menyerang mangsanya yang berupa reptil, burung atau mamalia kecil dari tempatnya bertengger di pohon kering atau dari udara. Tidak jarang burung ini merampok kawanan ayam di pedesaan.

Di Indonesia, burung ini didapati di Sumatra, Kalimantan, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara.

Sarangnya berukuran besar, dibuat dari ranting-ranting pohon dan dedaunan di pohon yang tinggi. Telur satu butir (jarang dua) berwarna putih dengan bintik kemerah-merahan. Di Jawa, elang brontok bersarang antara bulan April sampai sekitar Agustus atau Oktober.
[sunting] Anak jenis
Menurut John Gould, Birds of Asia

Anak-anak jenis elang brontok terbagi ke dalam dua kelompok, yakni kelompok yang memiliki jambul dengan yang tak ada (atau yang tak begitu nampak) jambulnya. Dikenal pula bentuk gelap (hitam) di sebagian wilayah sebarannya.[2]
Elang brontok di Kebun Binatang Osaka, Jepang

Kelompok berjambul

* Spizaetus cirrhatus cirrhatus

Menyebar di India mulai dari lembah Sungai Gangga ke selatan.
Berjambul; tanpa bentuk gelap.

* Spizaetus cirrhatus ceylanensis

Menyebar di Sri Lanka.
Lebih kecil dari ras India di atas, berjambul. Nampaknya juga tak memiliki bentuk gelap.

Kelompok tak berjambul

* Spizaetus cirrhatus floris

Menyebar di Sumbawa dan Flores.
Sisi bawah tubuh kurang berpola, yang nyaris putih polos. Tak memiliki bentuk gelap.

* Spizaetus cirrhatus limnaeetus

Nepal, India timur laut, terus melalui Burma dan Semenanjung Malaya sampai ke Garis Wallace hingga Filipina.
Hampir serupa dengan ras India, namun tanpa jambul panjang. Bentuk gelap berwarna coklat, dengan pangkal ekor yang nampak lebih terang daripada ujungnya.

* Spizaetus cirrhatus andamanensis

Kepulauan Andaman
Serupa dengan S. c. limnaeetus. Agaknya tak memiliki bentuk gelap.

* Spizaetus cirrhatus vanheurni

Pulau Simeulue.
Serupa dengan S. c. limnaeetus. Agaknya juga tak memiliki bentuk gelap.

[sunting] Status konservasi

Elang brontok dilindungi oleh undang-undang RI.[3] Sedangkan menurut IUCN, burung ini berstatus LC (least concern, beresiko rendah). [4]
[sunting] Kerabat dan catatan lain

Elang brontok masih berkerabat dekat dengan elang Jawa (Spizaetus bartelsi), elang gunung (Spizaetus alboniger) dan elang Wallace (Spizaetus nanus).

Konon, elang brontok juga menginspirasi pemberian nama virus komputer Brontok dan Rontokbro
Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

0 komentar

 
© www.suhendri22.blogspot.com
Designed by BlogThietKe Cooperated with Duy Pham
Released under Creative Commons 3.0 CC BY-NC 3.0
Posts RSSComments RSS
Back to top