Tragedi Fredom Flotilla Sumbangan Uang untuk Palestina Ikut Dirampas Israel

Jakarta - Aktivis Freedom Flotilla yang dibebaskan hanya membawa pulang paspor dan baju yang melekat di badan. Barang-barang pribadi mereka dirampas oleh Israel. Sumbangan uang untuk Palestina yang dibawa oleh aktivis Sahabat Al Aqsha dan Hidayatullah pun kemungkinan ikut dirampas Israel.

"Barang-barang pribadi dan alat komunikasi para aktivis disita. Mereka hanya membawa paspor," kata Pemimpin Redaksi Hidayatullah, Mahladi, kepada detikcom, Kamis (3/6/2010).

Karena barang-barang tersebut disita, kuat dugaan uang sumbangan pembaca Hidayatullah dan Sahabat Al Aqsha untuk Palesina yang dibawa salah satu aktivis ikut dirampas.

"Kita asumsikan itu diambil juga meskipun belum bisa dipastikan benar," katanya.

Uang sumbangan Hidayatullah dan Sahabat Al Aqsha itu dititipkan kepada Dzikrullah dan Santi Soekanto, dua aktivis yang ikut dalam misi Freedom Flotilla, untuk disampaikan kepada kepada warga Gaza melalui IHH Turki. Uang tersebut rencananya akan digunakan untuk meneruskan proyek pembuatan sumur air di Gaza.

"Air di sana susah, warga terpaksa beli ke Israel. Makanya kami bangun sumur," kata Amirul dari Sahabat Al Aqsha.

Hingga kini Sahabat Al Aqsha masih kesulitan menghubungi dua aktivisnya tersebut untuk memastikan benar atau tidaknya uang itu ikut dirampas. "Kita masih belum bisa komunikasi langsung," katanya.

Hidayatullah dan Sahabat Al Aqsha telah menggalang donasi untuk rakyat Gaza. Dana yang dikumpulkan sebesar Rp 700 juta, sebagian telah disalurkan. Sisanya dan tambahan sumbangan lainya dibawa Dzikrullah dan Santi lewat misi Freedom Flotilla.

diambil dari http://www.detik.com/