Contoh Skenario Praktik Percakapan Coaching Dengan Alur TIRTA

CGP. Contoh Skenario Praktik Percakapan Coaching Dengan Alur TIRTA dapat anda adopsi sesuai dengan kebutuhan tugas anda.

Contoh Skenario Praktik Percakapan Coaching Dengan Alur TIRTA


Tujuan Pembelajaran Khusus


CGP dapat membentuk komunitas praktisi dengan sesama CGP untuk berlatih melakukan praktik percakapan coaching dengan alur TIRTA.



Kasus : Hasil belajar menurun dan 

Coach : Guru

Coachee : GUru



Tujuan 


Coach: Assalamu alaikum, terima kasih Bapak sudah bersedia untuk sesi coaching hari ini. Bagaimana kabar Bapak?


Coachee: Wassalmualaikum, alhamdulillah baik.Namun sedikit penat karena urusan pekerjaan, tapi tetap semangat.


Coach: Saya sangat senang mendengarnya. Ada  yang perlu dibicarakan atau yang perlu dibagi pak?


Coachee: Iya pak, saya ingin berbagi tentang siswa saya yang beramasalah dalam kehadiran



 Ya, tentu. Saya ingin mendapatkan bimbingan tentang bagaimana cara mengatasi masalah kehadiran anak saya di sekolah. Saya merasa khawatir dan tidak tahu harus mulai dari mana.




Coach: Paham. Memahami kekhawatiran Anda tentang anak yang jarang masuk sekolah sangat penting. Apakah Anda memiliki tujuan spesifik yang ingin Anda capai melalui sesi coaching ini?


Coachee: Saya ingin mencari solusi untuk meningkatkan motivasi anak saya untuk pergi ke sekolah dan mencari tahu apakah ada masalah yang mungkin dia alami di sekolah.



Coach: Itu tujuan yang sangat bagus. 


Identifikasi Masalah


Saya senang bisa membantu Anda mencapai itu. Sebelum kita mendalami lebih lanjut, apakah Anda mungkin memiliki pemikiran khusus tentang penyebab anak Anda enggan pergi ke sekolah?


Coachee: Sejujurnya, saya tidak yakin. Beberapa kali saya coba tanya ke dia, tapi jawabannya selalu sekitar tidak suka sekolah dan alasannya terkadang berbeda-beda


Coach: Apa yang sudah ibu lakukan untuk menangani permasalahan anak tersebut ?


Coachee : saya sudah memanggil anak tersebut dan sudah mencoba melaksanakan segitiga restitusi, mulai menstabilkan identitas, validasi tindakan yang salah dan menanyakan keyakinan. Setelah dilaksanakan segitiga restitusi awalnya anak tersebut terlihat mulai rajin sekolah, tapi beberapa waktu kemudian anak tersebut kembali tidak sekolah.


Coach : setelah dilaksanakan restitusi, boleh saya tahu apa alasan anak tersebut tidak masuk sekolah ?


Coachee : pada awalnya dia belum mengungkapkan alasan yang jelas mengapa dia tidak masuk sekolah, dia memberikan alasan yang berbeda-beda, namun setelah melakukan pendekatan anak tersebut akhirnya terbuka bahwa dia tidak memiliki ongkos dan bekal ke sekolah.


Coach : ooh iya, berapa banyak ibu melakukan restitusi kepada anak tersebut ?


Coachee : Baru satu kali. Tapi belum berhasil karena anak tersebut belum masuk ke sekolah setiap hari


Coach : apa situasi ideal yang ibu harapkan untuk siswa tersebut ?


Cochee : saya menginginkan murid tersebut masuk setiap hari seperti murid yang lain


Rencana Aksi


Coach : ooo baik bu, apa yang akan ibu lakukan untuk mewujudkan situasi ideal bagi anak tersebut ?


Cochee : saya akan melakukan restiitusi ulang dengan melibatkan guru BK dan orang tua.


Coach : ooo itu sangat baik sekali bu, saya setuju apakah langkah tersebut merupakan langkah yang paling tepat menurut ibu?


Cochee : saya rasa hal tersebut adalah hal yang paling tepat karena berkolaborasi dengan guru BK dan orang tua, yang pada saat restitusi pertama belum dilibatkan



Coach :Kapan ibu akan melaksanakan kegiatan restitusi tersebut ?

Cochee : besok setelah berkoordinasi dengan guru BK



Tanggung Jawab


Coach :Bagus sekali bu, dengan penangan yang cepat anak tersebut mudah-mudahan menjadi rajin sekolah, 


Cochee : iya bu.


Coach : Kira-kira dalam melaksanakan rencana tersebut apa yang mungkin menjadi kendala ?


Cochee : Saya agak khawatir tentang bagaimana orang tua akan merespons, tapi saya merasa ini langkah yang perlu diambil, jadi saya akan mencobanya.


Coach : Mudah-mudahan nanti setelah selesai restitusi yang ke dua ada hasil yang lebih baik dari proses restitusi yang pertama. Saya tunggu ya bu


Coachee : iya bu, nanti saya kabari, terimakasih telah membantu saya


Coach : iya bu sama-sama, semoga berhasil


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel