Warung Online

03 Juni, 2010

Bagaimana membedakan madu asli dan palsu

www.warnaislam.com


Jumat, 17 Oktober 2008
Assalamualaikum wr wb
Pengasuh rubrik tibbun nabawi yang saya hormati. Saya ibu rumah tangga 31 tahun dengan 3 anak, keluarga saya sangat respek pada khasiat madu, apalagi anak saya yang paling kecil, setiap makan roti selalu mengolesinya dengan madu sebagai pengganti selai dan ini telah berlangsung lama lho! Namun melihat kenyataan sekarang dimana segala makanan yang beredar banyak yang tidak asli atau aspal, saya jadi khawatir. Khusus untuk madu bagaimana cara membedakannya? Mohon penjelasannya.
Sebagai ibu rumah tangga tentu saya selalu ingin memberikan yang terbaik untuk keluarga saya, jangan sampai niat saya untuk melindungi kesehatan keluarga justru bisa jadi malapetaka bagi keluarga saya. Sebelumnya terima kasih kepada pengasuh rubrik untuk menjawab pertanyaan ini.
Wassalamualaikum wr wb
Ibu Diana - Surakarta

Wa’alaikumsalam wr wb
Semoga Allah selalu memberikan kesabaran pada ibu Diana untuk tetap memberikan yang terbaik untuk keluarga.
Peran ibu sebagai pengawas dalam pemenuhan gizi keluarga sangat penting, apalagi sekarang! Dimana-mana makanan dimanipulasi, sungguh ironis. Pentingnya kesehatan seakan-akan tidak ada artinya di negara kita ini. Disinilah peran ibu teruji, terutama dalam memilah dan memilih jenis makanan yang tepat dan yang terbaik untuk keluarga.
Terkait dengan pertanyaan kali ini mengenai madu, sebelumnya perlu diketahui bahwa Madu adalah obat segala obat. Obat untuk segala macam penyakit. Karena khasiatnya telah direkomendasikan Sang pencipta Alam, disebutkan dalam Al-Qur’an.
“Dan perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia.” (An-Nahl: 69).
Madu merupakan salah satu food supplement alami yang berguna bagi kesehatan. Namun juga rentan terhadap objek pemalsuan. Oleh Karena itu, sebagai ibu yang mengawasi pemenuhan gizi keluarga harus mengetahui ilmunya. Dengan begitu, minimal tidak ikut terjebak pada beberapa anggapan salah yang telah beredar dimasyarakat mengenai madu ini, seperti:
> Madu alami (asli) tidak dikerubutin semut sedang madu palsu dikerubutin semut. Pemahaman ini terbalik, justru madu alami (asli) yang dikerubutin semut, bahkan banyak lebah yang mati disarangnya karena dikerubutin semut yang akan menghisap madu. Sedangkan madu palsu tidak dikerubutin semut karena di antara bahan pokoknya berupa ragi atau zat kimiawi.
> Madu alami (asli) tidak membeku bila diletakkan dikulkas, sedangkan madu palsu membeku dengan perlakuan yang sama. Pemahaman ini terbalik, justru madu alami (asli) dimungkinkan bisa membeku. Hal ini dikarenakan, dalam madu alami terkandung mineral yang dapat mencapai 25%. Sebotol madu alami (asli) akan rusak jika bercampur dengan air biasa walaupun hanya setetes. Oleh karena itu, sebaiknya madu alami tidak diletakkan didalam kulkas, tapi diletakkan pada ruangan dengan suhu biasa.
> Warna madu alami (asli) harus bening atau transparan (tembus pandang). Pemahaman ini tidak selalu benar. Madu alami tidak selalu bening/tembus pandang, tergantung dari jenis bunga yang dikonsumsi lebah, seperti madu kaliandra yang berwana putih kekuning-kuningan.
> Madu alami (asli) tidak mengkristal jika didiamkan. Pemahaman ini keliru. Madu alami (asli) bisa mengkristal tergantung dari bunga yang dikonsumsi lebah, seperti madu kaliandra dan madu randu dapat memunculkan kristal jika didiamkan. Namun kristal itu akan hilang jika botol dikocok.
> Madu alami (asli) tidak terlalu masam. Belum tentu, pemahaman ini juga keliru. Tingkat kemasaman madu tergantung lebahnya. Misalnya, madu lebah lanceng justru dominan masam.
> Kuning telur dapat matang jika dimasukkan ke dalam madu alami (asli). Madu palsupun mampu membuat telur manjadi matang, karena di antara bahan madu palsu adalah ragi yang memiliki sifat hangat.
> Madu palsu mengeluarkan busa dan uap seperti minuman kemasan bersoda, dimana ketika tutup botol madu dibuka dapat meletup. Padahal madu palsupun dapat mengalami hal yang sama. Jerigen plastik dapat menggelembung jika dibiarkan beberapa hari, terutama untuk madu yang baru pertama kali dipetik. Apalagi untuk beberapa jenis bunga tertentu.
> Madu alami (asli) rasanya manis. Belum tentu, tingkat kemanisan rasa madu sangat tergantung dari apa yang dikonsumsi lebah. Seperti lebah madu yang mengkonsumsi bunga rondo noleh, dapat menyebakan rasa madu agak sedikit pahit.

Ada beberapa cara mudah membedakan Madu Alami dan Madu Palsu,
> Tuangkan madu setengah sendok teh di atas piring yang datar, tuangkan air 5-7 sendok makan, gerak-gerakkan piring dengan gerakan melingkar hingga air bercampur dengan madu. Madu alami (asli) akan menampakkan sangat jelas bentuk seperti sarang lebah di seluruh cairan madu, sedangkan madu palsu tidak menampakkan tanda itu.
> Panaskan setengah sendok makan madu di atas lilin. Tunggu hingga mendidih, biarkan sekitar 15 detik. Madu alami (asli) mendidih hingga busanya tumpah. Sedangkan madu palsu tidak tumpah dan buihnya kecil-kecil.
> Tuangkan madu ke dalam botol hingga separuh. Kocoklah selama 2 menit. Biarkan beberapa saat. Madu asli mengeluarkan butir-butir buih secara merata, lalu butir-butir buih itu bergerak perlahan ke atas. Pada madu palsu buti-butir buih itu bergerak lebih cepat pada madu palsu.
Kekhawatiran ibu tadi tentu beralasan, sekarang ini banyak oknum yang tidak memegang amanah. Hanya untuk mengejar keuntungan yang tidak seberapa tega mencelakakan kesehatan orang banyak. Mulai dari makanan kadaluarsa yang diolah lagi, daging sampah, daging glonggongan, makanan yang berpengawet dan lain-lain. Madupun tak luput dari sasarannya, madu palsu dapat dibuat dengan suatu rekayasa sehingga memiliki sifat, rasa dan aroma yan sangat mirip dengan madu asli. (Versi Assabil Holly Holistic clinic)
Jangan mengejar harga murah, jika kesulitan melakukan praktek tadi carilah madu yang mempunyai label paten yang telah terpercaya.
SELAMAT MEMCOBA !!!

Wassalamualaikum wr wb

Neneng M. Shalihah
Assabil Holly Holistic Clinic
Jl. Cipinang Cempedak IV No. 42 Jaktim
Tlp. 021-32553232
Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

0 komentar

 
© www.suhendri22.blogspot.com
Designed by BlogThietKe Cooperated with Duy Pham
Released under Creative Commons 3.0 CC BY-NC 3.0
Posts RSSComments RSS
Back to top